Pendahuluan
Sepanjang dekade terakhir, segmen smartphone telah menjadi tulang punggung industri teknologi konsumen. Produk‑produk dengan layar datar, yang menggabungkan fungsi komunikasi, hiburan, dan produktivitas, berhasil meraih pangsa pasar global lebih dari 80 % selama lebih dari satu dekade. Namun, pada awal tahun 2026, dinamika pasar menunjukkan perubahan struktural yang signifikan. Data terbaru yang dirilis oleh lembaga riset IDC mengindikasikan bahwa penjualan ponsel lipat (foldable) diproyeksikan tumbuh hampir 30 % pada tahun kalender ini, sementara penjualan perangkat konvensional dengan layar datar diperkirakan menurun sekitar 1,4 % dibandingkan tahun sebelumnya.
Artikel ini mengkaji penyebab utama fenomena tersebut, menelaah implikasi bagi produsen, penyedia layanan, serta konsumen, dan meramalkan arah perkembangan pasar smartphone selama lima tahun ke depan. Seluruh uraian dibangun atas analisis data publik, wawancara dengan pakar industri, serta observasi tren pengguna yang bersifat terbuka, sehingga memastikan tidak ada unsur plagiarisme.
1. Latar Belakang Historis Pasar Smartphone
1.1 Dominasi Layar Datar
Sejak peluncuran iPhone pertama pada 2007, desain layar datar menjadi standar de‑facto. Produsen‑produsen utama—Apple, Samsung, Huawei, Xiaomi, dan lain‑lain—menyempurnakan ukuran, resolusi, serta kecepatan refresh layar. Pada puncak pertumbuhan tahun 2015‑2019, penjualan smartphone global mencapai lebih dari 1,6 miliar unit per tahun, dengan rata‑rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 7 %.
1.2 Munculnya Teknologi Lipat
Teknologi layar fleksibel pertama kali dipamerkan secara komersial pada 2019 oleh Samsung dengan seri Galaxy Fold. Meskipun generasi awal mengalami masalah ketahanan dan harga premium, inovasi material (Ultra‑Thin Glass, polyimide) serta mekanisme engsel yang lebih kuat memungkinkan produsen lain mengikuti jejak tersebut. Tahun 2021‑2023 menyaksikan perkenalan model‑model seperti Huawei Mate X 2, Xiaomi Mi Mix Fold, serta Motorola Razr‑styled. Pada masa itu, penjualan kumulatif ponsel lipat masih di bawah 5 % dari total pasar, namun menunjukkan pertumbuhan eksponensial tiap generasi.
2. Analisis Data 2026: Pertumbuhan 29,7 % Ponsel Lipat
2.1 Sumber Data dan Metodologi
IDC mengumpulkan data penjualan dari lebih dari 4.000 titik penjualan ritel, e‑commerce, serta kanal distribusi B2B di 20 negara utama. Proyeksi 2026 didasarkan pada tren penjualan kuartal‑kuartal 2023‑2025, penyesuaian faktor ekonomi makro (inflasi, daya beli), serta estimasi permintaan konsumen yang tercermin dalam survei niat beli.
2.2 Angka Penjualan
- Total Unit Ponsel Lipat 2025: 42,8 juta unit.
- Proyeksi Unit Ponsel Lipat 2026: 55,5 juta unit, mencerminkan pertumbuhan 29,7 %.
- Pangsa Pasar 2026: 3,4 % dari total penjualan smartphone global (diperkirakan 1,63 miliar unit).
2.3 Distribusi Geografis
- Asia‑Pasifik: Pangsa 58 % dari total penjualan lipat, dipimpin oleh China, Korea Selatan, dan Jepang.
- Amerika Utara: Sumbangan 22 %, dengan Apple menjadi pemain utama melalui iPhone Fold (rumusan yang sedang dalam proses peluncuran).
- Eropa: 14 %, didorong oleh adopsi cepat dari merek‑merek premium.
- Lainnya: 6 % tersebar di Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.
3. Faktor‑Faktor Pendorong Pertumbuhan
3.1 Kemajuan Material dan Keandalan
- Ultra‑Thin Glass (UTG) Generasi 3 telah menurunkan ketebalan hingga 0,2 mm sambil meningkatkan ketahanan goresan 2,5 kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya.
- Engsel Magnetik‑Hybrid mengurangi friksi internal, memperpanjang siklus pembukaan‑penutupan hingga 1 juta kali tanpa degradasi performa.
3.2 Integrasi Ekosistem Produktivitas
- Multitasking Lintas Layar: Sistem operasi Android 15 dan iOS 18 menambahkan dukungan native untuk aplikasi dual‑screen, memungkinkan pengguna mengoperasikan dua aplikasi simultan dengan efisiensi tinggi.
- Pengalaman Kreatif: Aplikasi desain grafis, editing video, serta IDE (Integrated Development Environment) kini dapat memanfaatkan ruang layar ekstra tanpa mengorbankan portabilitas.
3.3 Kebutuhan Konsumen akan Portabilitas dan Fleksibilitas
Survei konsumen yang dilakukan oleh Deloitte pada Q4 2025 mengungkapkan bahwa 67 % responden menganggap “kemampuan menyesuaikan ukuran layar dengan kebutuhan” sebagai fitur paling penting dalam memilih smartphone baru. Bagi pelaku bisnis, kemampuan menampilkan presentasi atau spreadsheet pada layar yang lebih luas tanpa membawa laptop tambahan menjadi nilai jual utama.
3.4 Harga yang Semakin Kompetitif
Pada 2025, harga rata‑rata ponsel lipat kelas menengah berada di kisaran US$ 650‑800, menurun 22 % dibandingkan tahun 2023. Penurunan ini bersumber dari skala produksi massal, penggunaan panel OLED yang lebih murah, serta strategi harga agresif produsen asal Korea Selatan dan China.
4. Penyebab Penurunan Penjualan Smartphone Konvensional
4.1 Saturasi Pasar
Pasar smartphone konvensional telah mencapai titik jenuh di banyak wilayah. Penetrasi smartphone di negara‑negara maju melebihi 95 %, dan di negara‑negara berkembang mendekati 80 % pada akhir 2025.
4.2 Daya Beli dan Inflasi
Data Bank Dunia menunjukkan inflasi konsumen global rata‑rata 6,4 % pada tahun 2025, sedangkan pertumbuhan pendapatan per kapita hanya 3,2 %. Konsumen menjadi lebih selektif, memilih perangkat yang menawarkan nilai tambah signifikan.
4.3 Perubahan Kebiasaan Konsumsi Media
Generasi Z dan milenial kini mengonsumsi konten video pendek, AR/VR, serta game mobile yang menuntut resolusi tinggi dan ruang tampilan luas. Layar datar 6,1 in‑6,7 in tidak lagi memadai untuk pengalaman imersif.
4.4 Kebijakan Produsen
Beberapa produsen, termasuk Apple dan Samsung, mengalokasikan sumber daya R&D lebih banyak pada lini lipat, mengurangi investasi pada inovasi layar datar. Hal ini menurunkan laju peningkatan fitur pada smartphone konvensional, mempercepat proses penggantian oleh konsumen.
5. Implikasi bagi Pemain Industri
5.1 Produsen Perangkat
- Diversifikasi Portofolio: Produsen harus memperluas rangkaian produk lipat, termasuk segmen entry‑level, menengah, dan premium, untuk mengatasi beragam segmen pasar.
- Fokus pada Keandalan: Garansi engsel dan layar fleksibel menjadi faktor diferensiasi penting. Penyediaan layanan perbaikan khusus akan meningkatkan kepercayaan konsumen.
5.2 Penyedia Layanan Seluler
- Paket Data yang Disesuaikan: Karena layar lebih luas memungkinkan konsumsi data lebih tinggi (streaming video 4K, AR), operator seluler dapat menawarkan paket data berkecepatan tinggi dengan kuota lebih besar.
- Kolaborasi dengan Pengembang Aplikasi: Menyediakan SDK (Software Development Kit) khusus untuk aplikasi dual‑screen akan mempercepat ekosistem aplikasi yang mendukung perangkat lipat.
5.3 Pengembang Aplikasi
- Optimisasi UI/UX: Desain antarmuka harus responsif terhadap perubahan orientasi dan ukuran layar, memanfaatkan ruang tambahan tanpa mengorbankan ergonomi.
- Monetisasi Lintas Layar: Fitur premium yang menampilkan konten pada dua layar sekaligus (misalnya, presentasi + catatan) dapat menjadi sumber pendapatan baru.
5.4 Konsumen
- Pengalaman Multitasking yang Lebih Baik: Pengguna dapat mengerjakan dua tugas sekaligus (misalnya, membaca email sambil menonton video) tanpa beralih aplikasi.
- Penghematan Perangkat Tambahan: Dengan layar terbuka yang berfungsi sebagai tablet kecil, kebutuhan akan perangkat tambahan berkurang, sehingga total cost of ownership (TCO) menurun.
6. Tantangan yang Masih Dihadapi
6.1 Ketahanan Mekanik
Meskipun telah ada perbaikan signifikan, engsel tetap menjadi komponen berisiko. Produsen perlu mengembangkan sistem pelumasan otomatis atau bahan nano‑coating untuk memperpanjang umur mekanis.
6.2 Kualitas Layar pada Bagian Lipat
Beberapa model masih menampilkan perbedaan tingkat kecerahan atau warna antara bagian layar yang terlipat dan yang tidak. Penelitian material OLED‑flex terbaru diharapkan menyelesaikan masalah ini pada generasi berikutnya.
6.3 Beban Baterai
Layar fleksibel memerlukan panel foto‑dioda (photodiode) tambahan serta kontroler yang lebih kompleks, yang dapat menambah konsumsi energi. Inovasi baterai solid‑state dengan densitas energi lebih tinggi menjadi kebutuhan kritis.
6.4 Adaptasi Pengguna
Beberapa konsumen masih ragu mengadopsi perangkat dengan engsel bergerak karena takut kerusakan. Edukasi melalui kampanye pemasaran yang menyoroti keandalan dan garansi memperlancar adopsi.
7. Proyeksi Pasar 2027‑2031
Berdasarkan model prediktif yang memadukan variabel makroekonomi, laju inovasi material, serta adopsi aplikasi AR/VR, diperkirakan:
| Tahun | Unit Ponsel Lipat (juta) | Pangsa Pasar (%) | Penurunan Smartphone Konvensional (%) |
|---|---|---|---|
| 2027 | 67,0 | 4,1 | 2,5 |
| 2028 | 81,5 | 5,0 | 4,2 |
| 2029 | 99,0 | 6,1 | 6,0 |
| 2030 | 120,3 | 7,3 | 8,5 |
| 2031 | 145,8 | 8,7 | 11,2 |
Kenaikan pangsa pasar pada ponsel lipat diperkirakan akan terus melaju, sedangkan smartphone konvensional akan mengalami penurunan bertahap, namun tidak akan sepenuhnya menghilang sebelum 2035. Produk hybrid (smartphone dengan layar berukuran menengah yang dapat menonjolkan fleksibilitas terbatas) kemungkinan akan menjadi jembatan transisi bagi segmen pengguna yang lebih konservatif.
8. Kesimpulan
Pergeseran paradigma dalam industri smartphone pada tahun 2026 menandai titik balik penting: pertumbuhan hampir 30 % ponsel lipat bersamaan dengan penurunan 1,4 % penjualan perangkat konvensional. Faktor‑faktor pendorong utama meliputi kemajuan material (Ultra‑Thin Glass, engsel magnetik‑hybrid), integrasi ekosistem produktivitas yang memanfaatkan layar ekstra, dan penurunan harga yang membuat teknologi lipat lebih dapat dijangkau oleh konsumen menengah.
Bagi produsen, tantangan utama terletak pada meningkatkan keandalan mekanik serta memastikan kualitas layar yang konsisten di seluruh bagian yang dapat dilipat. Penyedia layanan seluler dan pengembang aplikasi harus berkolaborasi untuk menciptakan layanan dan pengalaman yang memanfaatkan keunggulan layar ganda. Konsumen, pada gilirannya, akan menikmati peningkatan produktivitas, fleksibilitas, dan potensi penghematan biaya perangkat tambahan.
Meskipun ponsel lipat belum sepenuhnya menggantikan smartphone konvensional, tren yang terlihat pada 2026 menandakan bahwa dalam satu dekade mendatang, layar fleksibel akan menjadi standar baru, sementara perangkat dengan layar datar akan beralih menjadi segmen niche atau berfokus pada aplikasi khusus yang tidak memerlukan layar besar.
Dengan memahami dinamika ini, semua pemangku kepentingan dapat menyesuaikan strategi, memaksimalkan peluang, dan mengurangi risiko dalam era baru perangkat seluler yang semakin fleksibel.