1. Ringkasan Eksekutif
Indeks dolar AS (DXY) menutup sesi perdagangan terbaru hampir tidak berubah di level 96,93, mencerminkan pasar yang menyerap kombinasi data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dan tekanan inflasi yang relatif moderat. Data pasar tenaga kerja memperkuat ekspektasi terhadap ekonomi yang tangguh, sementara data harga konsumen terbaru menunjukkan bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kombinasi faktor-faktor ini menghasilkan sentimen yang seimbang di kalangan pelaku pasar valuta asing, sehingga membatasi pergerakan arah dolar. Artikel ini mengkaji rilis data utama, ekspektasi kebijakan moneter, dampaknya terhadap pasangan mata uang utama, serta implikasi yang lebih luas bagi pasar global.
2. Rilis Ekonomi Terbaru
2.1. Non-Farm Payroll AS
Departemen Tenaga Kerja melaporkan penambahan 130.000 lapangan kerja baru pada Januari 2026, melampaui perkiraan konsensus sebesar 115.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 4,3%, level terendah sejak awal 2024. Pertumbuhan upah juga meningkat, dengan rata-rata pendapatan per jam naik 0,4% secara bulanan, menandakan pasar tenaga kerja yang masih ketat.
2.2. Indikator Inflasi
Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari mencatat kenaikan tahunan sebesar 2,7%, sedikit di atas ekspektasi pasar 2,5%. CPI inti, yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi yang volatil, naik 2,5% secara tahunan dan sejalan dengan perkiraan analis. Meskipun tekanan harga lebih rendah dibanding puncak 2022–2023, data ini menunjukkan inflasi belum sepenuhnya kembali ke target 2% Federal Reserve.
2.3. Indikator Lainnya
Klaim pengangguran awal turun menjadi 227.000 untuk pekan yang berakhir 7 Februari, memperkuat narasi permintaan tenaga kerja yang masih kuat. Data penjualan ritel Januari stagnan, sementara pembangunan perumahan baru menunjukkan kenaikan moderat, mengindikasikan permintaan domestik yang seimbang namun tidak berlebihan.
3. Interpretasi Pasar
3.1. Sinyal yang Beragam
Kombinasi data ketenagakerjaan yang kuat dan inflasi yang masih relatif tinggi menciptakan situasi “data campuran” bagi pasar. Di satu sisi, pasar tenaga kerja yang solid menurunkan kemungkinan resesi dalam waktu dekat. Di sisi lain, inflasi yang belum sepenuhnya mereda menjaga kemungkinan pengetatan kebijakan moneter tetap terbuka, sehingga mendukung permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
3.2. Prospek Federal Reserve
Pejabat The Fed mengisyaratkan pendekatan hati-hati. Notulen rapat terbaru menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga 0,25% pada pertemuan Juni, namun mayoritas pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah sepanjang tahun kecuali inflasi turun tajam dan berkelanjutan. Sikap “wait-and-see” ini berkontribusi pada volatilitas dolar yang terbatas.
3.3. Perspektif Teknis
Secara teknikal, indeks dolar berada dekat level resistensi jangka pendek di 97,00 dan zona support di 96,70. Rata-rata pergerakan 20 hari berada di 96,85, sedikit di bawah harga saat ini, menunjukkan bias bullish ringan namun belum cukup kuat untuk menembus resistensi. Volume perdagangan yang moderat menegaskan kondisi pasar yang sedang berkonsolidasi.
4. Dampak pada Pasangan Mata Uang Utama
4.1. EUR/USD
Euro melemah tipis terhadap dolar di 1,1866, turun 0,03% dari sesi sebelumnya. Pelemahan ini mencerminkan prospek ekonomi AS yang relatif lebih kuat dan sikap kebijakan moneter Bank Sentral Eropa yang masih dovish.
4.2. USD/JPY
Yen menguat moderat, dengan dolar turun 0,23% ke 152,91 yen. Kebijakan moneter Jepang masih sangat longgar, namun penguatan yen lebih disebabkan oleh kurangnya momentum kenaikan dolar.
4.3. GBP/USD
Pound sterling relatif stabil di sekitar 1,2705. Trajektori inflasi Inggris dan sikap hati-hati Bank of England menghasilkan dampak netral pada pasangan GBP/USD.
4.4. Mata Uang Pasar Berkembang
Beberapa mata uang pasar berkembang seperti peso Meksiko dan rand Afrika Selatan mengalami tekanan terbatas karena pergerakan dolar yang relatif datar. Tidak adanya reli tajam dolar mengurangi premi risiko bagi investor di aset berimbal hasil lebih tinggi.
5. Implikasi Pasar yang Lebih Luas
5.1. Komoditas
Dolar yang stagnan umumnya mendukung harga komoditas. Namun, lingkungan data campuran membuat harga emas sedikit melemah, dengan emas spot di $4.938,69 per ons, karena ketidakpastian arah kebijakan suku bunga.
5.2. Saham
Indeks saham AS mencatat penurunan ringan. S&P 500 turun 0,4% di tengah kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi lebih lama dapat menekan pertumbuhan laba perusahaan. Saham teknologi paling terdampak, sementara sektor defensif seperti kebutuhan pokok dan utilitas lebih stabil.
5.3. Obligasi
Imbal hasil Treasury AS stabil, dengan obligasi 10 tahun di 4,106%. Kurva imbal hasil yang relatif datar mencerminkan ekspektasi bahwa The Fed akan bersikap sabar, menyeimbangkan pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
6. Prospek Dolar
6.1. Jangka Pendek
Dalam jangka pendek, indeks dolar diperkirakan bergerak dalam kisaran 96,70–97,10 kecuali ada data mengejutkan yang mengubah sentimen risiko. Pasar akan memantau CPI AS Februari dan notulen pertemuan The Fed.
6.2. Jangka Menengah
Jika inflasi menunjukkan tren penurunan jelas, pasar dapat mulai memperkirakan pemangkasan suku bunga pada akhir 2026, yang berpotensi memengaruhi kekuatan dolar. Sebaliknya, jika data tenaga kerja terus kuat, suku bunga tinggi dapat dipertahankan lebih lama.
6.3. Risiko
-
Ketegangan geopolitik tak terduga yang dapat meningkatkan permintaan dolar sebagai safe haven.
-
Revisi tajam terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi AS.
-
Perubahan kebijakan bank sentral lain seperti ECB atau Bank of Japan.
7. Implikasi Strategis bagi Pelaku Pasar
7.1. Trader Valuta Asing
Dengan arah pasar yang terbatas, strategi range-bound seperti menjual premi opsi atau mengantisipasi breakout di sekitar level support dan resistensi dapat dipertimbangkan.
7.2. Investor Obligasi
Investor obligasi dapat melihat kurva imbal hasil saat ini sebagai sinyal stabilitas suku bunga. Obligasi terkait inflasi dan Treasury jangka pendek dapat menjadi pilihan defensif.
7.3. Manajer Portofolio Saham
Sikap hati-hati terhadap sektor pertumbuhan yang sensitif suku bunga disarankan. Perusahaan dengan arus kas kuat berpotensi berkinerja lebih baik.
7.4. Produsen Komoditas
Produsen komoditas berbasis dolar dapat mengantisipasi stabilitas harga moderat. Strategi lindung nilai menggunakan kontrak forward dapat membantu mengunci harga saat ini.
8. Kesimpulan
Performa indeks dolar AS yang hampir datar pada 12 Februari 2026 mencerminkan pasar yang sedang menimbang sinyal ekonomi yang saling bertentangan. Data ketenagakerjaan yang kuat mendukung optimisme, sementara inflasi yang masih bertahan menjaga kemungkinan kebijakan moneter ketat. Keseimbangan ini menghasilkan pergerakan dolar yang terbatas dalam kisaran sempit, menandakan sikap “menunggu dan melihat” dari pelaku pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve.
Ke depan, arah dolar akan sangat dipengaruhi oleh data inflasi mendatang, keputusan Federal Reserve pada pertengahan tahun, serta dinamika risiko global. Pelaku pasar di berbagai kelas aset perlu menyesuaikan strategi dengan kemungkinan berlanjutnya fase konsolidasi ini sambil tetap waspada terhadap katalis yang dapat mengubah arah pasar secara signifikan.