Taipei, 5 Agustus 2025 – Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip terbesar di dunia, sedang menjadi sorotan tajam setelah tiga orang ditangkap oleh otoritas Taiwan terkait pencurian rahasia dagang sensitif mengenai teknologi fabrikasi chip 2 nanometer (nm) – teknologi paling mutakhir yang sedang dikembangkan oleh perusahaan tersebut.
Tiga tersangka tersebut, termasuk satu karyawan aktif dan dua mantan karyawan TSMC, diduga mencoba membawa informasi teknologi ultra-rahasia ke perusahaan pesaing lokal yang baru berdiri. Pemerintah Taiwan mengonfirmasi bahwa informasi yang dicuri berkaitan langsung dengan teknologi 2nm dan 3nm yang menjadi fondasi daya saing TSMC di industri semikonduktor global.
Langkah Cepat dan Tegas TSMC
Dalam pernyataan resmi, TSMC menyatakan telah memecat karyawan yang terlibat segera setelah insiden teridentifikasi, dan telah meluncurkan gugatan hukum terhadap para pelaku dan perusahaan tujuan mereka. Selain itu, perusahaan juga memperkuat sistem keamanan internal dan kebijakan akses data untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
"TSMC memiliki toleransi nol terhadap pelanggaran integritas dan pencurian kekayaan intelektual. Kami akan mengambil semua langkah hukum yang diperlukan untuk melindungi aset teknologi kami," ujar juru bicara TSMC.
Apa Itu Teknologi 2nm dan Mengapa Ini Penting?
Teknologi 2nm adalah lompatan besar dalam dunia semikonduktor. Semakin kecil ukuran node (dalam satuan nanometer), semakin tinggi efisiensi dan kinerja chip. Teknologi ini akan memungkinkan perangkat menjadi lebih cepat, lebih hemat energi, dan lebih kecil. Saat ini, hanya sedikit perusahaan di dunia yang mampu mengembangkan teknologi di bawah 5nm, dan TSMC adalah yang terdepan bersama Samsung dan Intel.
Dengan teknologi 2nm, TSMC diproyeksikan tetap menjadi penyedia utama chip untuk perusahaan besar seperti Apple, Nvidia, dan AMD.
Respon Pasar Positif: Saham Menguat
Menariknya, meskipun berita ini bernuansa negatif, pasar justru meresponsnya dengan positif. Saham TSM yang terdaftar di bursa New York (NYSE) mengalami kenaikan sebesar 3,77 poin atau sekitar 1,6%, mencapai harga US$239 per lembar saham dalam perdagangan hari ini. Hal ini menunjukkan bahwa investor menilai langkah tegas perusahaan sebagai sinyal kekuatan manajemen dan komitmen terhadap keamanan teknologi.
Analis dari CitiGroup menyebut, “Investor melihat bahwa TSMC bukan hanya mampu menciptakan teknologi terdepan, tetapi juga menunjukkan respons cepat terhadap ancaman terhadap inovasi mereka. Ini adalah kualitas yang jarang ada di industri chip saat ini.”
Implikasi Global
Kasus ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik antara China, Taiwan, dan Amerika Serikat yang semakin kompleks, khususnya dalam sektor teknologi. Industri chip kini bukan hanya menjadi arena bisnis, tetapi juga pertahanan nasional dan kekuatan strategis.
Para analis memperingatkan bahwa kasus seperti ini bisa memicu pengawasan pemerintah yang lebih ketat terhadap perusahaan-perusahaan chip, serta kemungkinan ketegangan baru dalam persaingan teknologi global. Taiwan, sebagai pusat utama manufaktur chip dunia, kini menghadapi tekanan untuk memperkuat proteksi atas sumber daya manusia dan teknologinya.
Penutup: Risiko dan Peluang di Tengah Kompetisi Teknologi
Meskipun kasus pencurian ini menjadi pukulan bagi reputasi internal TSMC, namun respons cepat dan tindakan hukum yang agresif justru memperlihatkan bahwa perusahaan ini tidak main-main dalam menjaga posisinya di puncak industri semikonduktor. Saham TSMC yang tetap menguat menegaskan bahwa pasar menaruh kepercayaan tinggi terhadap tata kelola perusahaan ini.
Dalam beberapa bulan ke depan, investor dan analis akan mengamati bagaimana TSMC meningkatkan keamanan teknologinya, serta bagaimana dampaknya terhadap posisi kompetitif perusahaan di tengah persaingan ketat dalam industri semikonduktor global.