Pergerakan harga emas terhadap dolar Amerika Serikat (XAU/USD) dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan kecenderungan bullish yang cukup konsisten. Setelah sempat mengalami tekanan akibat penguatan indeks dolar, emas kembali memperoleh momentum naik karena meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Sejak pertengahan Juli hingga pertengahan Agustus 2025, harga emas bergerak stabil dalam tren menanjak dengan beberapa kali koreksi kecil. Rentang pergerakan harian masih relatif sempit, menandakan pasar sedang mencari keseimbangan antara tekanan jual akibat penguatan dolar dan tekanan beli dari permintaan safe haven. Meski demikian, jika dilihat dari gambaran jangka menengah, tren kenaikan emas masih cukup kuat.
Level resistance emas saat ini berada di kisaran atas, di mana setiap kali harga mencoba menembusnya, selalu muncul aksi ambil untung dari pelaku pasar. Namun, harga juga mendapatkan dukungan kuat di area support, sehingga pelemahan emas tidak pernah bertahan lama. Kondisi ini memperlihatkan adanya konsolidasi sehat, di mana pasar membangun fondasi untuk potensi kenaikan lebih lanjut.
Dalam satu tahun terakhir, harga emas tercatat mengalami pertumbuhan lebih dari 30 persen. Angka ini menunjukkan betapa besar daya tarik emas di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Banyak analis menilai bahwa tren bullish emas masih belum berakhir, terutama jika The Federal Reserve mengambil sikap lebih akomodatif terkait kebijakan suku bunga. Penurunan suku bunga atau ekspektasi terhadap pelonggaran moneter hampir selalu menjadi katalis utama bagi penguatan harga emas.
Selain faktor moneter, ketidakpastian geopolitik di beberapa kawasan dunia juga ikut mendorong harga emas tetap berada di jalur naik. Investor institusional maupun ritel semakin sering menggunakan emas sebagai sarana lindung nilai ketika pasar saham mengalami gejolak. Hal ini tercermin dari meningkatnya volume perdagangan emas yang terus bertahan di level tinggi.
Secara teknikal, emas masih mempertahankan tren naik jangka menengah dengan indikator momentum yang menunjukkan bias positif. Beberapa kali harga mengalami konsolidasi, tetapi selalu berhasil kembali ke jalurnya. Jika harga mampu menembus level resistance penting dalam waktu dekat, ada peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju level psikologis berikutnya.
Dari sisi fundamental, meski dolar AS masih menjadi variabel dominan dalam menentukan arah pergerakan emas, permintaan global terhadap logam mulia ini tetap tinggi. Bank sentral dari berbagai negara juga terlihat menambah cadangan emas mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi. Hal ini semakin memperkuat sentimen jangka panjang terhadap XAU/USD.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, prospek emas masih terlihat positif. Meski kemungkinan koreksi jangka pendek tetap terbuka, tren besar emas diperkirakan tetap cenderung bullish sepanjang sisa tahun ini. Investor diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi jangka pendek, namun bagi mereka yang memiliki pandangan jangka panjang, emas tetap menjadi salah satu aset paling menjanjikan.