Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina yang terletak dekat perbatasan Rusia, kembali menjadi sasaran serangan udara pada akhir pekan ini. Gelombang drone yang diluncurkan oleh militer Rusia menghantam beberapa titik vital di kota tersebut, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur penting.
Rangkaian Serangan
Menurut laporan otoritas setempat, puluhan drone diluncurkan secara beruntun pada dini hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat. Sistem pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh beberapa di antaranya, namun sejumlah drone tetap berhasil mencapai target. Ledakan besar terdengar di kawasan permukiman, fasilitas energi, dan area industri Kharkiv.
Petugas darurat segera dikerahkan untuk memadamkan api dan mengevakuasi korban. Gubernur regional menyebut sedikitnya beberapa orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serpihan ledakan. Rumah-rumah warga mengalami kerusakan parah, kaca jendela hancur, dan jaringan listrik di sejumlah distrik terputus.
Dampak terhadap Warga Sipil
Serangan ini menambah penderitaan masyarakat Kharkiv yang sejak awal invasi Rusia selalu menjadi salah satu kota paling terdampak. Warga terpaksa kembali berlindung di stasiun bawah tanah yang sudah lama difungsikan sebagai tempat pengungsian darurat. Sekolah-sekolah dan rumah sakit di kota tersebut juga memperketat prosedur keamanan.
Banyak keluarga mengaku trauma dengan suara ledakan yang hampir setiap malam menggema. Anak-anak, terutama, mengalami gangguan tidur dan ketakutan mendalam akibat ancaman serangan udara yang tak kunjung berhenti. Organisasi kemanusiaan lokal kini bergerak cepat untuk memberikan dukungan psikologis sekaligus menyalurkan bantuan logistik.
Respon Pemerintah Ukraina
Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa serangan tersebut kembali menunjukkan tujuan Rusia untuk menghancurkan infrastruktur sipil dan melemahkan semangat masyarakat Ukraina. Ia menyerukan kepada sekutu Barat agar mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara tambahan, terutama untuk melindungi wilayah timur dan utara Ukraina yang paling rawan.
Militer Ukraina juga menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan patroli udara serta memperkuat titik pertahanan di sekitar Kharkiv. Meski begitu, pejabat pertahanan mengakui bahwa intensitas serangan Rusia semakin tinggi dalam beberapa minggu terakhir.
Tanggapan Internasional
Sejumlah negara Eropa mengutuk keras serangan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Uni Eropa, melalui pernyataan resmi, berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih besar bagi Ukraina, baik dalam bentuk bantuan militer maupun kemanusiaan.
Di sisi lain, Rusia menyebut bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas militer dan gudang amunisi, bukan infrastruktur sipil. Namun, klaim ini dibantah oleh pemerintah Ukraina yang menegaskan bahwa korban terbesar tetap jatuh pada warga biasa.
Situasi Terkini
Kharkiv kini dalam kondisi siaga penuh. Pemerintah kota memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi aturan evakuasi darurat. Para ahli menilai bahwa serangan berulang di wilayah ini merupakan bagian dari strategi Rusia untuk melemahkan pertahanan Ukraina sebelum musim dingin tiba, ketika kebutuhan energi akan meningkat drastis.
Serangan drone di Kharkiv sekali lagi memperlihatkan bahwa perang yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini masih jauh dari kata selesai. Bagi warga Ukraina, khususnya di kota-kota garis depan, setiap malam adalah perjuangan untuk bertahan hidup di tengah ketidakpastian yang mencekam.