Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Nilai Tukar Dolar AS terhadap Rupiah Melemah: Faktor Global dan Domestik Jadi Penentu

Nilai tukar Dolar AS terhadap Rupiah mengalami pelemahan akibat kombinasi faktor global seperti kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik

 


Jakarta, 6 Agustus 2025 – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah mengalami pelemahan dalam perdagangan hari ini. Berdasarkan data terbaru dari pasar spot, kurs USD/IDR berada di kisaran Rp 16.332 hingga Rp 16.368, mencatatkan penurunan sekitar 0,29% dibandingkan posisi penutupan sesi perdagangan sebelumnya.

Pelemahan nilai dolar AS terhadap rupiah ini terjadi di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan regional, termasuk ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta respons pasar terhadap data ekonomi Indonesia yang relatif stabil.


Faktor Utama yang Mempengaruhi Pelemahan Dolar AS

  1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga oleh The Fed
    Banyak pelaku pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini didorong oleh data ekonomi AS yang mulai menunjukkan tanda-tanda moderasi, termasuk perlambatan di sektor tenaga kerja dan konsumsi. Dengan prospek suku bunga yang lebih rendah, dolar AS cenderung kehilangan daya tariknya sebagai aset berimbal hasil tinggi.

  2. Stabilitas Ekonomi Indonesia
    Di sisi domestik, nilai tukar rupiah mendapat dorongan positif dari beberapa indikator makroekonomi Indonesia yang stabil. Cadangan devisa yang tetap tinggi serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus dalam beberapa bulan terakhir memberikan kepercayaan bagi investor asing untuk tetap menempatkan dananya di Indonesia, terutama dalam bentuk surat utang negara (SUN).

  3. Aliran Modal Asing ke Pasar Obligasi dan Saham
    Pelemahan dolar AS juga sejalan dengan masuknya kembali investor asing ke pasar keuangan Indonesia. Imbal hasil obligasi Indonesia yang masih menarik dibandingkan negara maju, serta potensi pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih tinggi dari rata-rata kawasan, menjadikan rupiah relatif kuat terhadap dolar.


Kurs Tengah Bank Indonesia dan Intervensi Pasar

Bank Indonesia (BI) hari ini menetapkan kurs tengah USD/IDR di level sekitar Rp 16.350, sedikit lebih rendah dari hari sebelumnya. Ini mencerminkan langkah BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.

Bank sentral juga disebut aktif melakukan intervensi di pasar valas guna meredam volatilitas berlebihan. BI berkomitmen menjaga agar pergerakan rupiah tetap sesuai dengan fundamental ekonomi dan mekanisme pasar.


Outlook Jangka Pendek: Waspadai Volatilitas

Meskipun rupiah menunjukkan penguatan hari ini, analis memperingatkan bahwa volatilitas bisa kembali meningkat jika terdapat kejutan dari rilis data ekonomi AS atau keputusan kebijakan moneter. Selain itu, faktor eksternal seperti tensi politik di Timur Tengah dan hubungan dagang AS–Tiongkok juga berpotensi memicu fluktuasi pasar.

Dalam jangka pendek, kisaran pergerakan USD/IDR diperkirakan berada antara Rp 16.300 hingga Rp 16.400, dengan kecenderungan penguatan rupiah jika sentimen risk-on di pasar global tetap terjaga.


Kesimpulan

Pelemahan dolar AS terhadap rupiah hari ini mencerminkan kombinasi dari tekanan global dan kekuatan fundamental ekonomi domestik. Meskipun tantangan eksternal masih cukup besar, Indonesia dinilai memiliki ketahanan yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukarnya.

Bagi pelaku pasar dan pelaku usaha, penting untuk terus mencermati arah kebijakan moneter global serta langkah-langkah strategis pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga daya beli dan stabilitas makroekonomi nasional.

Posting Komentar