Investasi emas kembali menunjukkan taringnya sebagai instrumen lindung nilai (hedging) dan aset aman (safe haven) dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Dalam setahun terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan signifikan yang memberi keuntungan besar bagi para investor jangka panjang.
Kenaikan Harga Signifikan: Dari Rp 1,39 Juta ke Rp 1,78 Juta
Jika kita menelusuri data historis, pada tanggal 7 Agustus 2024, harga beli kembali (buyback) emas Antam berada di kisaran Rp 1.399.000 per gram. Hari ini, tepat satu tahun kemudian pada 7 Agustus 2025, harga buyback melonjak menjadi Rp 1.789.000 per gram. Artinya, dalam kurun waktu 12 bulan, terjadi peningkatan harga sebesar Rp 390.000 per gram atau setara dengan 27,88%.
Bagi investor yang membeli emas satu tahun lalu dan memilih untuk menjualnya hari ini, mereka berpotensi meraih keuntungan hampir 28% tanpa harus melakukan aktivitas trading intensif seperti di saham atau kripto. Ini menegaskan bahwa emas tetap menjadi aset ideal bagi mereka yang mengutamakan keamanan dan pertumbuhan nilai dalam jangka menengah hingga panjang.
Faktor-Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas dalam setahun terakhir tidak terjadi secara tiba-tiba. Beberapa faktor global dan domestik ikut mendorong pergerakan harga logam mulia ini, antara lain:
-
Ketidakpastian Ekonomi Global
Konflik geopolitik, seperti ketegangan antara negara besar, dan kekhawatiran resesi global membuat banyak investor mencari aset yang lebih aman, termasuk emas. -
Kebijakan Suku Bunga
Kebijakan bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) yang menahan atau menurunkan suku bunga acuan membuat dolar AS melemah, dan ini berdampak positif terhadap harga emas secara global. -
Inflasi yang Masih Tinggi
Meskipun inflasi global mulai melandai, angka inflasi tetap tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Hal ini membuat investor memilih emas sebagai pelindung nilai (store of value). -
Minat Investasi Ritel Meningkat
Di Indonesia sendiri, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi terus tumbuh. Emas menjadi salah satu pilihan populer karena mudah diakses dan dipahami, termasuk lewat platform digital seperti Tokopedia Emas, Pegadaian Digital, maupun aplikasi fintech lainnya.
Simulasi Keuntungan: Emas Sebagai Aset Menjanjikan
Bayangkan jika seorang investor membeli 10 gram emas Antam pada Agustus 2024 seharga Rp 13.990.000 (10 x Rp 1.399.000). Saat ini, jika dijual dengan harga buyback Rp 1.789.000 per gram, maka ia akan memperoleh Rp 17.890.000. Artinya, keuntungan bersih yang bisa diraih adalah Rp 3.900.000, atau setara dengan 27,88% dari nilai awal investasi. Ini belum termasuk jika investor membeli dalam denominasi lebih besar yang biasanya memiliki harga per gram lebih rendah (lebih ekonomis).
Kesimpulan: Emas Masih Jadi Primadona
Dengan performa yang solid dan minim risiko, emas Antam terbukti menjadi instrumen investasi yang menjanjikan dalam 12 bulan terakhir. Bagi masyarakat yang mencari instrumen konservatif namun tetap menguntungkan, emas layak untuk terus dipertimbangkan.
Namun seperti investasi lainnya, penting bagi calon investor untuk tetap memperhatikan waktu beli, tujuan investasi, dan pergerakan harga pasar agar bisa memaksimalkan potensi keuntungan.