Pasar keuangan global pada Senin, 11 Agustus 2025, bergerak hati-hati seiring Dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Hal ini terjadi menjelang dua agenda penting yang akan mempengaruhi arah pasar dalam waktu dekat: rilis data inflasi konsumen AS (CPI) bulan Juli dan batas waktu negosiasi tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang jatuh pada 12 Agustus.
Investor dan pelaku pasar menaruh perhatian besar pada data CPI karena hasilnya akan menjadi salah satu faktor penentu langkah Federal Reserve (The Fed) dalam kebijakan suku bunga ke depan. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda perlambatan, pasar akan semakin yakin bahwa The Fed berpeluang menurunkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan, sehingga berpotensi menekan nilai Dolar. Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi, peluang pelonggaran moneter akan menurun dan USD bisa menguat.
Selain faktor inflasi, negosiasi tarif antara Washington dan Beijing juga menjadi sorotan. Kedua negara saat ini berada pada tahap akhir pembicaraan terkait kebijakan perdagangan dan bea masuk barang. Jika kesepakatan tercapai, ketegangan perdagangan dapat mereda dan memberi sentimen positif bagi pasar saham global, namun efeknya terhadap Dolar bisa beragam—tergantung respons investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.
Menambah kompleksitas situasi, terdapat laporan bahwa raksasa chip Amerika seperti Nvidia dan AMD sedang dalam proses mencapai kesepakatan baru dengan pemerintah AS terkait regulasi ekspor ke Tiongkok. Kabarnya, kedua perusahaan ini akan mengalokasikan sebagian pendapatan dari penjualan di China kepada pemerintah sebagai syarat persetujuan lisensi ekspor. Langkah ini dinilai sebagai kompromi untuk menjaga akses pasar Tiongkok sekaligus memenuhi aturan keamanan nasional AS.
Dengan kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik ini, pelaku pasar memilih bersikap konservatif. Aktivitas perdagangan di pasar valuta asing (forex) cenderung tipis, sementara volatilitas tetap terjaga di level rendah. Banyak analis memprediksi bahwa pergerakan besar pada USD baru akan terjadi setelah kedua agenda penting—data inflasi dan keputusan tarif—resmi diumumkan.
Secara teknikal, indeks Dolar AS (DXY) masih berada di kisaran yang sama dengan akhir pekan lalu, menandakan bahwa pelaku pasar sedang berada dalam fase “wait and see”. Analis juga mengingatkan bahwa perkembangan mendadak di bidang politik atau ekonomi dapat memicu lonjakan volatilitas dalam waktu singkat.